SIAPA GURU PENDIDIKAN KHUSUS ?


SIAPA GURU PENDIDIKAN KHUSUS ?

(oleh : Yuswan S.Pd – SMALB N Cilacap)

Kita sering mendengar orang melontarkan seuntai kata  “ Tak kenal maka tak sayang.., atau  kenali diri sendiri sebelum mengenal orang lain…”. Oleh karena itu penulis mengajak pembaca yang budiman agar kita mampu memberikan layanan pendidikan khusus secara profesional sesuai kebutuhan anak, mari kita mengenal siapa guru Pendidikan Khusus ? Tak lupa bagi guru pendidikan khusus marilah kita kenali diri kita sendiri sebagai guru pendidikan khusus.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003  memberikan rambu pemahaman  bahwa pada hakekatnya sistem pendidikan nasional adalah suatu system untuk menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi, dan efisiensi manajemen  pendidikan untuk menghadapi tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global.

Guna menjamin adanya pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi ditetapkanlah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, di antaranya mengatur tentang standar pendidik yang harus menjadi acuan sekaligus kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.

Guru sebagai pendidik profesional bertugas mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional khususnya jenis pendidikan khusus sebagai tenaga pendidik profesional, guru pendidikan khusus, wajib memenuhi standar kualifikasi dan memiliki kompetensi akademik, sertifikat pendidik, serta sehat jasmani dan rohani, sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Bagi guru pendidikan khusus diatur melalui  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 32 Tahun 2008 Tanggal 20 Juni 2008 tentang  Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi  Guru Pendidikan Khusus

Menurut hemat penulis, begitu bijaknya Pemerintah melihat keberadaan Guru Pendidikan Khusus sehingga merasa begitu pentingnya sebuah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 32 Tahun 2008 Tanggal 20 Juni 2008 tentang  Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi  Guru Pendidikan Khusus. Selaku penulis merasa bangga karena keberadaan Guru Pendidikan Khusus mendapat perhatian khusus dengan lahirnya payung hukum dalam bentuk permen dimaksud melengkapi berbagai peraturan yang berlaku secara umum. 

Oleh karena itu penulis mengajak segenap pihak untuk berkenan mengenal lebih dekat siapa Guru Pendidikan Khusus sehingga mampu memahami keberadaan mereka sesuai porsi yang sebenarnya. Minimal mampu mengenal sesuai kriteria untuk dapat menjadi seorang Guru Pendidikan Khusus, sehingga mampu memberikan apresiasi sesuai kebutuhannya ( tidak memperlakukan istimewa baik positif maupun negatifnya).  Sementara kepada segenap jajaran Guru Pendidikan Khusus tak ada salahnya kalau penulis mengajak marilah kita kenali diri kita agar kita mampu menempatkan diri kita dengan tepat baik sebagai bagian dari anggota masyarakat secara umum maupun dalam memberikan layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus.  

Kualifikasi akademik guru adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang guru yang dibuktikan dengan ijazah sebagai bukti kemampuan dan kewenangan akademik yang diperoleh melalui pendidikan tinggi terakreditasi.  Kualifikasi  akademik didasarkan atas penguasaan standar kompetensi. Sedangkan kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh pendidik dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

 Guru pendidikan khusus adalah tenaga pendidik yang memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik bagi peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan/atau potensi kecerdasan dan bakat istimewa pada satuan pendidikan khusus, satuan pendidikan umum,dan/atau satuan pendidikan kejuruan.

Standar guru pendidikan khusus diartikan sebagai kriteria kualifikasi akademik dan kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik yang mengabdikan diri serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan khusus.

Berdasarkan hal tersebut tak ada salahnya kalau kita mau mengenal lebih dekat siapa guru pendidikan khusus dengan memahami sekelumit konsep berikut ini :

PENGERTIAN PENDIDIKAN KHUSUS

  1. Pendidikan Khusus adalah pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, yang diselenggarakan secara inklusif atauberupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan prasekolah,dasar dan menengah.
  2. Guru pendidikan khusus adalah tenaga pendidik yang memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik bagi peserta didik  berkebutuhan khusus karena kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa pada satuan pendidikan khusus, satuan pendidikan umum, dan/atau satuan pendidikan kejuruan.
  3. Satuan pendidikan khusus adalah sebutan untuk kelompok layanan pendidikan pada tingkat pendidikan prasekolah, dasar dan menengah yang menyelenggarakan pendidikan jalur formal bagi peserta didik berkebutuhan khusus karena kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
  4. Bentuk satuan pendidikan khusus pada jalur formal terdiri atas Taman Kanak –kanak Luar Biasa/ Raudatul Atfal Luar Biasa (TKLB/RALB), Sekolah Dasar Luar Biasa/Madrasah Ibtidaiyah Luar Biasa (SDLB/MILB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa /Madrasah Tsanawiyah Luar Biasa (SMPLB/MTsLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa /Madrasah Aliyah Luar Biasa (SMALB/MALB) dan/atau bentuk lain yang sederajat.
  5. Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang memberikan kesempatan bagi peserta didik berkebutuhan khusus karena kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa untuk belajar bersama-sama dengan peserta didik lain pada satuan pendidikan umum maupun kejuruan, dengan cara menyediakan sarana, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan individual peserta didik.

JENIS GURU PENDIDIKAN KHUSUS

1)     Guru Kelas TKLB/RALB

2)     Guru Kelas SDLB/MILB

3)     Guru Mata Pelajaran SDLB/MILB, SMPLB/MTsLB, SMALB/MALB

4)     Guru Pendidikan Khusus pada satuan pendidikan umum dan kejuruan

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK GURU PENDIDIKAN KHUSUS

Kualifikasi Akademik Guru Kelas TKLB/RALB,

Seseorang untuk dapat ditempatkan sebagai guru  Guru Kelas pada TKLB/RALB harus memenuhi persayaran sbb :

  1. berpendidikan minimum D-IV atau S1 Pendidikan Luar Biasa/Pendidikan Khusus (PLB/PKh) yang diperoleh dari Program Studi/Jurusan PLB/PKh yang terakreditasi, atau
  2. berpendidikan D-IV atau S1 PGTK, PAUD, Psikologi, atau Kependidikan non PLB/PKh, yang diperoleh dari perguruan tinggi terakreditasi, memiliki sertifikat pendidik untuk guru pendidikan khusus yang diperoleh dari perguruan tinggi penyelenggara program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi terakreditasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kualifikasi Akademik Guru Kelas SDLB/MILB

Seseorang untuk dapat ditempatkan sebagai guru  Guru Kelas pada SDLB/MILB harus memenuhi persayaran sbb :

  1. berpendidikan minimum D-IV atau S1 PLB/PKh yang diperoleh dari Program Studi/Jurusan PLB/PKh yang terakreditasi, atau
  2. berpendidikan D-IV atau S1 PGSD, Psikologi, Kependidikan non PLB/PKh,yang diperoleh dari perguruan tinggi terakreditasi,
  3. memiliki sertifikat pendidik untuk guru pendidikan khusus yang diperoleh dari perguruan tinggi penyelenggara program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi terakreditasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kualifikasi akademik Guru Mata Pelajaran SDLB/MILB, SMPLB/MTsLB, SMALB/MALB

Seseorang untuk dapat ditempatkan sebagai guru  Guru Mata Pelajaran (Mapel)  SDLB/MILB, SMPLB/MTsLB, SMALB/MALB  harus memenuhi persayaran sbb :

  1. berpendidikan minimum D-IV atau S1 dari Program Studi/Jurusan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dan diperoleh dari Program Studi/Jurusan yang terakreditasi, atau
  2. berpendidikan minimum D-IV atau S1 PLB/PKh yang diperoleh dari Program Studi/Jurusan PLB/PKh terakreditasi, memiliki sertifikat pendidik untuk guru pendidikan khusus yang diperoleh  dari perguruan tinggi penyelenggara program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi terakreditasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kualifikasi akademik Guru Pendidikan Khusus pada Sekolah Umum dan Kejuruan

Seseorang untuk dapat ditempatkan sebagai guru  Guru Pendidikan Khusus pada Sekolah Umum dan/atau Sekolah Kejuaruan  harus memenuhi persayaran sbb :

  1. berpendidikan minimum D-IV atau S1 PLB/PKh yang diperoleh dari Jurusan/Program Studi PLB/PKh yang terakreditasi,
  2. memiliki sertifikat pendidik untuk guru pendidikan khusus yang diperoleh dari perguruan tinggi penyelenggara program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi terakreditasi yang ditetapkan oleh pemerintah.
  1. Kualifikasi Akademik Melalui Uji Kelayakan dan Kesetaraan Kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk dapat diangkat sebagai guru dalam bidang-bidang tertentu yang sangat diperlukan pada satuan pendidikan khusus, tetapi belum dikembangkan di perguruan tinggi, dapat diperoleh melalui uji kelayakan dan kesetaraan.

STANDAR KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN KHUSUS.

Seorang untuk dapat ditempatkan  sebagai Guru pendidikan Khusus minimal  mampu memenuhi  :

  1. Standar kompetensi guru pendidikan khusus dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru pendidikan khusus.
  2. Standar kompetensi guru pendidikan khusus mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru kelas TKLB/RALB, guru kelas SDLB/MILB, guru mata pelajaran SDLB/MILB,  SMPLB/MTsLB, SMALB/MALB, dan guru pendidikan khusus pada satuan pendidikan umum dan kejuruan.
  3. Kompetensi inti guru pendidikan khusus menyesuaikan kompetensi inti guru sekolah umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007.

1. Kompetensi Pedagogik

Seorang untuk dapat ditempatkan  sebagai Guru pendidikan Khusus secara paedagogik minimal  mampu  :

1)     Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional dan intelektual

2)     Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik

3)     Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu

4)     Menyelenggarakan pembelajaran/pengembangan yang mendidik

5)     Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan      pembelajaran/ pengembangan        yang mendidik

6)     Memfasilitasi   pengembangan potensi         peserta           didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki

7)     Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik

8)     Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar

9)     Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran

10)  Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran

2. Kompetensi Kepribadian

Seorang Guru pendidikan Khusus  dituntut minimal harus mampu  :

1)     Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia

2)     Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat

3)     Menampilkan diri sebagai pribadi yang sabar, tekun, mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa

4)     Menunjukkan etos kerja, tanggungjawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri

5)     Menjunjung tinggi kode etik profesi guru

3. Kompetensi Sosial

Seorang untuk dapat ditempatkan  sebagai Guru pendidikan Khusus minimal mampu  :

1)     Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakangkeluarga, dan status sosial ekonomi

2)     Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesamapendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat

3)     Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya

4)     Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain

4. Kompetensi Profesional

Seorang Guru pendidikan Khusus secara profesional minimal  mampu  :

1)     Menguasai materi, struktur,  konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu

2)     Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar matapelajaran/bidang pengembangan yang diampu

3)     Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif

4)     Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif

5)     Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri

Demikian dengan mengenal sekilas guru pendidikan khusus kita mampu memahami  maksud seloroh ” Tak kenal maka tak sayang.., atau  kenali diri sendiri sebelum mengenal orang lain…”.

Bagi pembaca yang  budiman, terima kasih telah berkenan mengenal lebih dekat siapa  Guru Pendidikan Khusus. Sementara bagi  Guru pendidikan Khusus yang budiman, terima kasih juga penulis haturkan karena telah berkenan mengenal dirinya sebagai Guru Pendidikan Khusus.

Selepas mengenal lebih dekat siapa guru pendidikan khusus, penulis berharap suatu saat nanti kita mampu untuk menjawab dalam diri kita ” harus bagaimana  kalau ingin menjadi guru pendidikan khusus  yang professional ? “..
Terima kasih, dan selamat mudah-mudahan dengan mengenal lebih dekat siapa guru pendidikan  khusus, mampu memahami betapa pentingnya keberadaan layanan pendidikan khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s