Keberhasilan Kurikulum 2013 di Satuan Pendidikan Khusus


Pelaksanaan kurikulum tahun 2013 di sekolah reguler (bukan satuan pendidikan khusus) telah dapat dipastikan  pada tahun ajaran 2013/2014. Kepastian ini karena tahapan-tahapan dalam proses penyiapannya telah dilaksanakan dengan baik sesuai kondisi saat ini, walaupun belum semua sekolah dan tingkat/kelas. Pelaksanaannya secara bertahap dan diharapkan pada tahun pelajaran 2015/206 telah dapat dilaksanakan secara keseluruhan.  Selamat kepada sekolah reguler yang telah siap melaksanakan kurikulum 2013 di tahun pelajaran 2013/2014 nanti. Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan telah optimis tingkat persiapannya sesuai yang diharapkan.

Selanjutnya  Bapak Dr Mudjito selaku  Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kemendikbud, memberikan rambu bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 di SDLB, SMPLB dan SMALB baru bisa dilaksanakan pada tahun ajaran 2014/2015 atau mundur satu tahun.  Sebagai pertimbangannya dari sisi teknis harus dipersiapkan secara komprehensip.  Pelaksanaannya diharapkan serempak di semua satuan pendidikan khusus. Kebijakan ini sebenarnya lebih rasional dan lebih cepat, karena dengan mundur 1 (satu)  tahun  dapat melaksanakan untuk seluruh tingkat dan jenjang secara bersamaan.

Pertimbangan penerapan kurikulum tahun 2013  di satuan pendidikan khusus (SDLB, SMPLB dan SMALB) dimulai pada  tahun 2014/205 tidak lain adalah adanya kenyataan bahwa faktor-faktor penentu keberhasilannya harus dipersiapkan.

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam penentu ke­berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.

Kondisi kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK), perlu dipersiapkan sedemikian rupa sehingga mampu memahami dan menerjemahkan kepentingan kurikulum dan buku teksnya. Apabila ini dapat terwujud, minimal di jajaran satuan pendidikan khusus secara internal telah siap. Demikian pula keberadaan faktor pendukung juga harus dipersiapkan sesuai kebutuhan.

Oleh karena itu manakala persiapan pelaksanaan di satuan pendidikan reguler telah berjalan dengan baik dan berhasil, tidak ada salahnya kalau persiapan untuk pelaksanaan di satuan pendidikan khusus menerapkan pola dan teknik yang sama dengan persiapan di sekolah reguler. Bapak Direktur Pembinaan PK-LK Pendidikan Dasar dan Bapak Direktur Pembinaan PK-LK Pendidikan Menengah sudah saatnya melangkah sebagaimana  strategi penyiapan yang dilaksanakan pada satuan pendidikan reguler.

Terkait persiapan tenaga guru  Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­libatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat yang selengkapnya KLIK : Keberhasilan Kurikulum 2013

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s